Irfan Rojeki

Memberi Atlet Nutrisi dengan Negosiasi

Meracik makanan yang tepat bagi para atlet tidaklah mudah. Makanan bernutrisi kerap diasosiasikan dengan makanan dengan rasa hambar, tidak menggugah selera. Itulah yang kemudian membuat dr. Laila Hamid meramu strategi tersendiri dalam menjaga nutrisi para pebulutangkis penghuni Pelatnas Cipayung. Sejak menangani menu makanan pada 1 Mei lalu, dr. Laila memiliki kedekatan dengan para penghuni pelatnas.

"Memang yang utama adalah bagaimana bisa bernegosiasi dengan mereka, sehingga nantinya muncul kesadaran tersendiri," kata dokter nutrisi yang akrab disapa dokter Ela itu. Menurutnya, negosiasi sangat dibutuhkan agar para atlet bisa menerima program nutrisi yang sudah dikembangkannya.





Dengan negosiasi itu, kegiatan makan para atlet bisa terjaga dengan baik dan mereka tidak merasa terpaksa melakukannya. "Aku emang selalu tanya ke dokter Ela, makanan apa saja yang bisa kumakan. Jadi saya tidak salah," kata seorang atlet ganda putri Greysia Polii.

Greys mengaku sangat terbantu dengan program nutrisi yang dijalaninya. "Memang sangat terasa bedanya. Sebelumnya saya merasa latihan fisiknya yang kurang, tetapi sekarang lebih terasa efeknya pas makanannya diatur dokter Ela," katanya.





Menurut Greys, tenaga serta ketahanan tubuhnya lebih baik dibandingkan sebelumnya. Komposisi makanan yang disesuaikan dengan program latihan pelatih serta program latihan fisik membuat Greys kini masuk dalam kondisi ideal yang dibutuhkannya. "Dengan bobot yang sama, Greys kini sudah mengganti lemak tubuhnya menjadi otot," kata dokter Ela.

Nutrisi bagi para atlet berperan sebagai sumber bahan bakar, mempercepat proses pemulihan dan mengurangi risiko cedera. Dokter Ela memulainya dengan mengurangi jumlah lemak untuk dialihkan ke penambahan otot. "Kita juga mengupayakan agar atlet bisa memiliki stamina yang baik dan imunitas yang tinggi," katanya.

Yang menjadi andalan dokter Ela adalah menu nasi merah dilengkapi dengan variasi protein dan serat nabati. Protein diambil dari menu seperti sate daging sapi, ayam. Semuanya diolah tanpa minyak goreng. "Biasanya dibakar atau direbus," katanya. Untuk menguatkan rasa, bumbu-bumbu yang dipakai diperbanyak. "Jangan sampai menggunakan penyedap rasa."





Sementara, serat didapatkan dari menu sayur mayur. "Jika ada yang tidak mau makan sayur, ada juga tambahan serat dari makanan agar-agar disini," imbuhnya.

Selain memikirkan menu makanan, dokter yang juga sempat membantu di PB PBSI pada tahun 2007 itu juga membantu para atlet meracik makanan yang mereka sukai. "Saya harus mengetahui apa saja yang disukai anak-anak itu. Ini akan memudahkan saya dalam menjalankan program," katanya.





Walhasil, dokter Ela hampir pasti tidak pernah absen dari dapur pelatnas Cipayung. Pada satu kesempatan, dia membantu Lindaweni Fanetri - pemain tunggal putri - memasak mi dan meracik salad buah.

Kehadiran dokter Ela bersama para atlet menjadi semacam kursus tersendiri yang mereka ikuti. "Di saat mereka melihat hasilnya, mereka akan mengerti. Kalau sejak awal kita mencoba menerapkan dengan banyak larangan, mereka akan defensif. Itu membuat program sulit dijalankan," ujarnya.

Dokter Ela menjelaskan, tantangan terbesar yang dihadapinya adalah saat atlet berlaga di kejuaraan. "Saya harus memastikan agar nutrisi mereka tetap terkontrol," katanya.





Dia menjadi dokter siaga yang siap memastikan agar para atlet makan dengan menu yang tepat. Yang tak kalah penting, tambahan nutrisi yang harus terpenuhi saat mereka berlaga di lapangan.





"Saya sebelumnya memberikan tambahan gula dalam bentuk bar (batangan), tetapi itu kurang pas karena ternyata mereka sulit memakannya," katanya.





Oleh karena itu, untuk kejuaraan dunia 2011 di Wembley Arena, London, nanti asupan berbentuk cairan jelly akan menjadi pilihan. "Ini bisa diminum saat atlet merasa lemas atau tidak mampu konsentrasi lagi,“ katanya.

Menurutnya, program nutrisi semacam ini sudah sangat berkembang di negara-negara dengan prestasi olahraga yang baik. "Kita justru ingin terus mengejar agar para atlet kita bisa mengikuti perkembangan ini. Dan itu harus dilakukan tanpa paksaan, penuh kesadaran," ujarnya.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Olahraga dengan judul Memberi Atlet Nutrisi dengan Negosiasi. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://irfan-rojeki.blogspot.com/2011/08/memberi-atlet-nutrisi-dengan-negosiasi.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: -Irfan-Rojeki- -

Belum ada komentar untuk "Memberi Atlet Nutrisi dengan Negosiasi"

Posting Komentar