Irfan Rojeki

Awas, Ada Pewarna Tekstil di Kerupuk dan Pacar Cina


Ada-ada saja kelakuan para pedagang untuk meraup untung. Inspeksi mendadak (sidak) tim gabungan Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Tangerang Selatan kembali menemukan zat berbahaya di dalam bahan makanan di Pasar Ciputat.


Setelah kemarin tim menemukan kandungan formalin atau pengawet mayat dalam tahu putih dan kolang kaling, kini tim juga menemukan zat pewarna tekstil dimasukkan dalam kerupuk dan pacar cina. "Sampel bahan makanan yang mengandung Roda Mint B atau zat pewarna pakaian antara lain pacar cina dan krupuk," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Latifah Hanum Aini, saat dihubungi Tempo Selasa 9 Agustus 2011.

Sementara sampel makanan jenis lainnya masih di pasar yang sama banyak ditemukan makanan mengandung formalin, seperti tahu cina dan tahu kuning, kolang-kaling, sirloin ikan tuna dan kepala ikan kakap.” Rata-rata kandungan zat pengawet mayat didalamnya mencapai 0,6 hingga 1,5 miligram per liter,”kata Latifah.

Latifah menjelaskan, dari hasil temuan akan ditindaklanjuti secara kuantitatif di Labkesda. Setidaknya, lebih dari 10 sampel jenis makanan yang saat ini diperiksa dilaboratorium. Salah satu penyebab  pedagang menggunakan zat pengawet mayat atau formalin ke bahan makanan, karena rantai distribusi yang cukup panjang sehingga memerlukan waktu lama.

Dinas Kesehatan, kata Latifah, sifatnya hanya melakukan pemeriksaan sampel makanan dan memastikan zat berbahaya ada pada makanan atau tidak. Selanjutnya, memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada pedagang dan pembeli. ”Soal tindakan selanjutnya seperti sanksi kepada pedagang yang menjual bukan kewenangan kami,” katanya.


Pemerintah Kota Tangerang Selatan menghimbau agar masyarakat berhati-hati dalam membeli bahan makanan yang mengandung zat berbahaya itu. Agar masyarakat mengetahui bahaya mengkonsumsi makanan mengandung formalin dan zat berbahaya pemerintah setempat memasang sejumlah pamflet surat edaran pemberitahuan terkait rawannya makanan yang tak layak konsumsi di pasar-pasar modern dan tradisional.

"Pemberitahuan ini ditujukan kepada seluruh masyarakat dan pedagang agar tidak menjual pangan tercemar," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tangerang Selatan, Mursan Sobari.

Melalui surat edaran nomor : 800/1359-DPKP/2011, dijelaskan sesuai dengan Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan terdapat di Pasal 21. Mursan memaparkan, setiap orang dilarang mengedarkan pangan yang mengandung bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Pangan yang mengandung cemaran melampaui ambang batas maksimal yang telah ditetapkan.

Menurut Mursan, pangan yang mengandung bahan yang dilarang digunakan dalam kegiatan atau proses produksi. Pangan yang mengandung bahan kotor, busuk, tengik, terurai atau cenderung terdapat bahan nabati serta hewani berpenyakit berasal dari bangkai sehingga menjadikan tidak layak konsumsi.


Penetapan sanksi terhadap para pedagang yang melanggar diputuskan atas kesepakatan bersama antar dinas terkait. "Akan diupayakan memberikan teguran. Mulai dari teguran lisan dan tertulis. Kita tidak ingin berspekulasi karena ini menyangkut kerja tim gabungan," jelasnya.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Info dengan judul Awas, Ada Pewarna Tekstil di Kerupuk dan Pacar Cina. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://irfan-rojeki.blogspot.com/2011/08/awas-ada-pewarna-tekstil-di-kerupuk-dan.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: -Irfan-Rojeki- -

Belum ada komentar untuk "Awas, Ada Pewarna Tekstil di Kerupuk dan Pacar Cina"

Posting Komentar